Thursday, June 14, 2012

java script

Pendahuluan
Javascript diperkenalkan pertama kali oleh Netscape pada tahun 1995. Pada awalnyabahasa ini dinamakan “LiveScript” yang berfungsi sebagai bahasa sederhana untuk browser Netscape Navigator 2. Pada masa itu bahasa ini banyak di kritik karenakurang aman, pengembangannya yang terkesan buru buru dan tidak ada pesankesalahan yang di tampilkan setiap kali kita membuat kesalahan pada saat menyusunsuatu program. Kemudian sejalan dengan sedang giatnya kerjasama antara Netscape dan Sun (pengembang bahasa pemrograman “Java” ) pada masa itu, maka Netscapememberikan nama “JavaScript” kepada bahasa tersebut pada tanggal 4 desember1995. Pada saat yang bersamaan Microsoft sendiri mencoba untuk mengadaptasikan teknologi ini yang mereka sebut sebagai “Jscript”.
di browser Internet Explorer 3.Javascript adalah bahasa yang berbentuk kumpulan skrip yang pada fungsinya berjalan pada suatu dokumen HTML, sepanjang sejarah internet bahasa ini adalah bahasa skrip pertama untuk web. Bahasa ini adalah bahasa pemrograman untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap bahasa HTML dengan mengijinkanpengeksekusian perintah perintah di sisi user, yang artinya di sisi browser bukan disisi server web.Javascript bergantung kepada browser(navigator) yang memanggil halaman web yangberisi skrip skrip dari Javascript dan tentu saja terselip di dalam dokumen HTML.Javascript juga tidak memerlukan kompilator atau penterjemah khusus untuk menjalankannya (pada kenyataannya kompilator Javascript sendiri sudah termasuk didalam browser tersebut). Lain halnya dengan bahasa “Java” (dengan mana JavaScriptselalu di banding bandingkan) yang memerlukan kompilator khusus untuk menterjemahkannya di sisi user/klien.
Keperluan Java Script
Untuk mempelajari pemrograman Java Script, ada dua piranti yang diperlukan, yaitu :
• Teks EditorDigunakan untuk menuliskan kode-kode Java Script, teks editor yang dapatdigunakan antara lain notepad dan ultra edit.
• Web BrowserDigunakan untuk menampilkan halaman web yang mengandung kode-kodeJava Script. Web browser yang digunakan harus mendukung Java Srcipt.Browser yang dapat digunakan adalah internet explorer dan NetscapeNavigator.
 Penulisan Java Script
Kode Java Script dituliskan pada file HTML.Terdapat dua cara untuk menuliskankode-kode Java Script agar dapat ditampilkan pada halaman HTML, yaitu :
A). Java script ditulis pada file yang sama
Untuk penulisan dengan cara ini, perintah yang digunakan adalah
<SCRIPT LANGUANGE =”JavaScript” >
program java script disini
</SCRIPT>.
 Perintah tersebut biasanya diletakkan diantara Tag
<BODY>…</BODY>
 Contoh Penulisan :
HTML><HEAD><TITLE>……….</TITLE></HEAD><BODY><SCRIPT LANGUAGE=”Javascript”>kode javascript disini</SCRIPT>kode HTML disini</BODY></HTML>
B). Javascript ditulis pada file terpisah
Kode Javascript bisa juga kita buat dalam file terpisah dengan tujuan agar dokumenHTML isinya tidak terlalu panjang. Atribut yang digunakan adalah
<SCRIPT SRC=”namafile.js”>…</SCRIPT>
Diantara tag <SCRIPT………> dan <SCRIPT> tidak diperlukan lagi kodeJavascriptnya karena sudah dibuat dalam file erpisah. File yang mengandung kodeJavascript berekstensi
Program Pertama Javascript
Pada bagian ini kita akan membuat program dengan menggunakan Javascript.Program ini akan menampilkan teks “ Belajar Pemrograman Javascript”
<HTML><BODY><SCRIPT language="JavaScript"><!--document.write("Belajar Pemrograman Javascript!");//--></SCRIPT></BODY></HTML>

 
Berikut diberikan beberapa contoh program sederhana dengan menggunakanJavascript
<HTML><BODY><B>Bagian Pertama ini ditulis dengan HTML!</B><P><SCRIPT language="JavaScript"><!--document.write("Bagian ini ditulis dengan Javascript!");//--></SCRIPT><P><B>Bagian Terakhir dari dokumen HTML, ditulis setelah Script!</B></BODY></HTML><HTML><HEAD><TITLE>BElajar Javascript Yuuuuuu</TITLE></HEAD><BODY BGCOLOR="gray"><SCRIPT language="JavaScript"><!--document.writeln("<PRE>");document.write("<B><FONT SIZE=5>");document.writeln("SELAMAT DATANG DI JAVASCRIPT");document.write("</B></FONT>");document.write("<I>");document.writeln("Program ini merupakan contoh sederhana menampilkanTeks!");document.write("</I>");document.writeln("Dengan Javascript!!!!!!!!");//--></SCRIPT></BODY></HTML>
 
Objek document mempunyai dua metode untuk menuliskan teks, yaitu
write
dan
writeln
. Metode
write
digunakan untuk menuliskan teks tanpa ganti baris, sedangkanmetode
writeln
digunakan untuk menuliskan teks dengan ganti baris.Berikut diberikan contoh Program Javascript yang diletakkan di file lain dan dipanggilmelalui suatu file HTMLFile isi.js
document.writeln("<CENTER>");document.writeln("<HR WIDTH=600 COLOR=Black>");document.writeln("<H1>UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA</H1>");document.writeln("<H2>FAKULTAS TEKNIK dan ILMU KOMPUTER<H2>");document.writeln("<H3>JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA<H3>");document.writeln("<HR WIDTH=600 COLOR=Black>");document.writeln("</CENTER>");
File HTML
<HTML><BODY><B>Contoh ini menggunakan Javascript yang diambil dari File lain..</B><P><SCRIPT language="JavaScript" SRC="isi.js"></SCRIPT></BODY></HTML>
 
Variabel JavaScript
Variabel adalah empat dimana kita menyimpan nilai-nilai atau informasi-informasipada JavaScript. Variabel yang dideklarasikan dapat di isi dengan nilai apa saja.Dalam JavaScript pendeklarasian sebuah variabel sifatnya opsional, artinya andaboleh mendeklarasikan atau tidak hal tersebut tidak menjadi masalah. Jika andamemberi nilai pada variabel, maka dalam JavaScript dianggap bahwa anda telahmendeklarasikan variabel tersebut.Aturan penamaan variabel :
• Harus diawalai dengan karakter (huruf atau baris bawah)
• Tidak boleh menggunakan spasi
• Huruf Kapital dan kecil memiliki arti yang berbeda
• Tidak boleh menggunakan kata-kata yang merupakan perintah dalamJavaScript.Deklarasi Variabel
Var nama_variabel = nilai
Atau
Nama_variabel = nilai
Contoh :var nama;var nama = ” Zaskia Mecca”var X = 1998;var Y;Nama = ”Bunga Lestari”X = 1990;Y = 08170223513
Tipe Data
Tidak seperti bahasa pemrograman lainnya, JavaScript tidak memiliki tipe data secaraexplisit. Hal ini dapat dilihat dari beberapa contoh variabel diatas. Andamendeklarasikan variabel tapi tidak menentukan tipenya.Meskipun JavaScript tidak memiliki tipe data secara explisit. JavaScript mempunyaitipe data implisit. Terdapat empat macam tipe data implisit yang dimiliki olehJavaScript yaitu:
• Numerik, seperti : 0222532531, 1000, 45, 3.146789 dsb
• String, seperti : “Hallo”, “April”, “Jl. Setiabudi No 17A”, “Cece Kirani” dsb
• Boolean, bernilai true atau false
• Null, variabel yang tidak diinisilisasi
Tipe Numerik
Pada dasarnya JavaScript hanya mengenal dua macam tipe numerik, yaitu bilanganbulat (integer) dan bilangan pecahan(real/float).Untuk bilangan bulat, kita dapat merepresentasikan dengan basis desimal, oktal atauheksadesimal.Contoh :
var A = 100;
var B = 0x2F;
untuk pendeklarasian tipe bilangan real, dapat menggunakan tanda titik atau notasi ilmiah (notasiE).
Contoh :
var a = 3.14533567;
var b = 1.23456E+3;
Tipe String
Untuk mendeklarasikan tipe string dapat dilakukan dengan cara menuliskan stringdiantara tanda petik tunggal (’) atau tanda petik ganda (”) Contoh :
var str =’Contoh deklarasi string’;
var str1 = ”cara ini juga bisa untuk menulis string”;
Tipe Boolean
Tipe boolean hanya mempunyai nilai True atau False. Tipe ini biasanya digunakanuntuk mengecek suatu kondisi atau keadaan.Contoh :
var X = (Y > 90);
contoh diatas menunjukkan bahwa jika Y lebih besar dari 90 maka X akan bernilaiTrue.
Tipe Null
Tipe Null digunakan untuk merepresentasikan variabel yang tidak diberi nilai awal(inisialisasi).
Operator
Operator pada JavaScript terbagi menjadi enam, yaitu :
• Aritmatika
• Pemberian nilai (Assign)
• Pemanipulasian bit (bitwise)
• Pembanding
• Logika
• String
a. Operator Aritmatika
Digunakan untuk operan beripe numerik. Ada dua macam operator aritmatik, yaituoperator numerik tunggal dan operator aritmatik biner. Perbedaan kedua operatorterletak pada jumlah operan yang harus dioperasikan.Operator Tunggal/Biner Keterangan+ Biner Penjumlahan- Biner Pengurangan* Biner Perkalian / Biner Pembagian% Biner Modulus- Tunggal Negasi++ Tunggal Penambahan dengan satu Tunggal Pengurangan dengan satu
b. Operator Pemberian Nilai
Digunakan untuk memberikan nilai ke suatu operan atau mengubah nilai suatuoperan.Operator  keterangan Contoh Ekuivalen= Sama dengan X=Y+= Ditambah dengan X+=Y X=X+Y-= Dikurangi dengan X-=Y X=X-Y*= Dikali dengan X*=Y X=X*Y /= Dibagi dengan X/=Y X=X/Y%= Modulus dengan X%=Y X=X%Y&= Bit AND dengan X&Y X=X&Y|= Bit OR X|=Y X=X|Y
c. Operator Manipulasi Bit
Operasi ini berhubungan dengan pemanipulasian bit pada operan bertipe bilangan bulat.
Operator Keterangan& Bit AND| Bit OR^ Bit XOR~ Bit NOT<< Geser ke kiri>> Geser ke Kanan>>> Geser ke kanan dengan diisi nol
Contoh :
var A = 12; // A = 1100b
var B = 10; // B = 1010bvar
C = A & B
maka akan dihasilkan bilangan seperti berikut :
1100b
1010b AND
1000b
var A = 12;
var C = A<< 2
var D = A >> 1
maka variabel C akan bernilai 48(0011 0000b)variabel D akan bernilai 6 (0110b)
d. Operator Pembanding
Digunakan untuk membandingkan dua buah operan. Operan yang dikenal operator inidapat bertipe string, numerik, maupun ekspresi lain.Operator Keterangan== Sama dengan!= Tidak sama dengan Lebih besar< Lebih kecil>= Lebih besar atau sama dengan<= Lebih kecil atau sama dengan
e. Operator Logika
 Digunakan untuk mengoperasikan operan yang bertipe boolean.Operator Keterangan&& Operator logika AND|| Operator Logika OR! Operator logika NOTContoh :var A = true;var B = false;var C = A && B; //menghasilkan falsevar D = A || B ; // falsevar E = !A; //false
f. Operator String
Selain operator pembanding, operator string pada JavaScript juga mengenal satuoperator lagi yang bernama PENGGABUNGAN. Operator ini digunakan untuk menggabungkan beberapa string menjadi sebuah string yang lebih panjang.Contoh :nama = ”Java” + ”Script”;akan menghasilkan ”JavaScript” pada variabel nama
 
Contoh Program JavaScript
<HTML><HEAD><TITLE>Operasi Aritmatika</TITLE></HEAD><BODY><P><SCRIPT language="JavaScript"><!--document.writeln("<PRE>");document.writeln("<H1>Operasi Aritmatik</H1>");var A = "100";var B = "200";var C = 300;var D = 400;var E = A + B;document.writeln('"100" + "200" = ' + E);E = B + C;document.writeln('"200" + 300 = ' + E);E = C + D;document.writeln('300 + 400 = ' + E);document.writeln("<PRE>");//--></SCRIPT></P></BODY></HTML>
 
Memasukkan Data
Untuk memasukkan data dari keyboard dapat dilakukan dengan menggunakanperintah
input
.
Contoh Program JavaScript
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Memasukkan Bilangan</TITLE></HEAD>
<BODY>
<P><SCRIPT language="JavaScript">
<!--function jumlah()
{
var bil1 = parseFloat(document.fform.bilangan1.value);
if (isNaN (bil1))
bil1=0.0;
var bil2 = parseFloat(document.fform.bilangan2.value);
if (isNaN (bil2))
bil2=0.0;
var hasil = bil1 + bil2;
alert ("Hasil Penjumlahan = " + hasil);
}
//--></SCRIPT></P>
<FORM NAME ="fform">
<H1><BR>Memasukkan Data Lewat Keyboard</H1>
<PRE>Bilangan Pertama :<input type="text" size="11" name="bilangan1">
Bilangan Kedua :<input type="text" size="11" name="bilangan2">
</PRE>
<P><INPUT TYPE="button" value="Jumlahkan" onclick="jumlah()">
<INPUT TYPE="reset" value="Ulang"></FORM></BODY></HTML>
Penulisan JavaScript
Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag <script type="teks/javascript">.
<script type="teks/javascript">
        alert("Halo Dunia!");
</script>
Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript). Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:
<script type="teks/javascript" src="alamat.js">
</script>
Script pada bagian head
Script ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu. Peletakkan script di head akan menjamin skript di-load terlebih dahulu sebelum digunakan (dipanggil).
<html>
<head>
<script type="teks/javascript">
...
</script>
</head>
</html>
Script pada Body
Script ini dieksekusi ketika halaman di-load sampai di bagian <body>. Ketika menempatkan script pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.
<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="teks/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
Jumlah JavaScript di <head> dan <body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.
External JavaScript
Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman. Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal. Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML. Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.
JavaScript : js/xxx.js document.write("pesan ini tampil ketika halaman diload");
Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya.
<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas "xx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>

Wednesday, June 13, 2012

prestashop

Tutorial Instalasi PrestaShop

prestashop adalah software web instant yang dapat digunakan untuk membangun sebuah toko online secara gratis.
PRESTASHOP dapat di install pada webhosting dengan spesifikasi antara lain : berbasis linux atau windows, PHP versi 5.0 keatas, apache versi 1.3 atau IIS6 keatas.
Dan berikut adalah panduan untuk instalasinya :
  1. Download file prestashop versi terbaru,
  2. Ekstrak file yang telah di download dengan menggunakan winrar atau winzip sehingga menghasilkan folder prestashop di komputer anda.
  3. Buat database dan user database baru di hosting anda melalui cPanel pada menu mysql database.
    1 2
  4. Buat folder baru di direktory utama hosting anda (public_html) dengan nama sesuai dengan yang diinginkan. (jika folder yang dibuat adalah dengan nama tokosaya, maka situs prestashop anda akan dapat diakses dengan alamat http://domain-anda.com/tokosaya)
  5. Upload seluruh file di dalam folder prestashop yang telah di ekstrak tadi ke folder public_html/tokosaya dengan menggunakan FTP seperti filezilla, ws-ftp, cute-ftp atau lainnya.
    3
  6. Setelah semua file dan folder sukses di upload, silahkan akses url instalasi : http://domain-anda.com/tokosaya/install
    lalu klik menu NEXT
  7. Pada instalasi tahap berikutnya, jika ada kendala di bagian permission folder dan file, silahkan untuk merubah permission folder dan file yang bertanda minus (-) dan berwarna merah menjadi 777 (chmod), pada tahap ini jika mengalami kesulitan dapat langsung menghubungi Customer Care IDwebhost. (PENTING: setelah proses instalasi selesai folder dan file dalam tahap ini, HARUS dikembalikan ke permission semula)
    Setelah selesai klik Refresh Settings dan Klik menu NEXT
    permission
  8. Tahap selanjutnya dalah untuk database, sesuaikan dan isi kolom database dengan database dan user serta password seperti yang telah dibuat pada tahap ke-3 Lalu Klik NEXT
    database
  9. Tahap selanjutnya, silahkan isi untuk informasi data anda sebagai admin dan informasi deskripsi toko online anda, lalu kelik NEXT
    selesai
  10. Hapus folder install pada direktory web toko online anda
    Rename folder admin menjadi folder lain (contoh: admintoko)
  11. Selesai.

web server

Mengenal Web Server

Share on :
Pada postingan kali ini kita akan mengenal dan mengetahui Apa itu Web server dan konfigurasikan web server 2003,. web server adalah perangkat lunak server yang berfungsi menrima permintaaan http atau https dari klien yand dikenal dengan web browser dan mengirimkannya kembali dalam bentuk halaman website
Langkah-langkah Konfigurasi Web Server
1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM
2. Mulai dengan klik start menu
3. Lalu pilih “Control Panel”
4. Kemudian pilih “add or remove programs”
5. Setelah itu pilih “add or remove windows components”
6. Pada windows components pilih “Application Server”,
7. Kemudian pilih “Detail” 
8. Setelah itu beri tanda centang pada “Internet Information Services (IIS)”. Klik OK
9. Tunggu beberapa saat ketika computer mencopy data dari CD. Setelah itu klik Finish.
10. Setelah IIS diinstall, klik start menu => administrative tools => Internet Information Services (IIS) Manager.
11. Klik kanan pada folder “Web Sites” kemudian pilih New => Web Site…
12. Klik Next pada “Web Site Creation Wizard”
13. Isi deskripsi web pada “Web Site Description”. Lalu next
14. Masukkan IP Address yang akan digunakan untuk Web site ini. Lalu next
15. Pada “Web Site Home Directory”, klik Browse untuk meletakkan direktori web. Cari folder Inetpub =>wwwroot. Kemudian klik Ok. Lalu Next
16. Klik Next pada “Web Site Access Permissions”. Ini untuk memperbolehkan apa saja yang bisa dilakukan pada web tersebut. Jadi centang saja “Read”. Lalu next
17. Setelah itu Klik Finish.
18. Setelah jadi, klik kanan pada web site yang telah kita buat tadi. Lalu pilih Properties
19. Pada Properties, masuklah pada halaman “Documents”. Lalu tambahkan Seperti : Index.php, Index.html, Index.asp dan lainnya. Lalu klik Apply & OK
20. Web server pun jadi.

ajax progamming

DEFINISI AJAX PROGRAMMING


            Istilah AJAX digunakan pada website yang berinteraksi dengan server melalui javascript secara asinkron (background), sehingga pengguna tidak perlu untuk meload keseluruhan halaman. Hal ini menyebabkan pengiritan waktu dan bandwidth, juga menghasilkan website yang makin interaktif. Seperti kebanyakan artikel pada umumnya, website yang dijadikan contoh AJAX sejati adalah GMail. Bagi yang pernah menggunakan GMail, tentu merasakan kehandalan interface webmailnya dengan AJAX.
Untuk mengaplikasikan AJAX (Asyncronous Javascript And XML) dalam website, yang dibutuhkan adalah browser dengan kemampuan Javascript, dan komponen XMLHTTP bagi pengguna IE, dan XMLHttpRequest untuk Firefox dan browser lainnya. Syarat-syarat tersebut hampir pasti sudah terpenuhi, mengingat pengguna internet kita banyak yang menggunakan IE dan Firefox .
           Sebenarnya tidak ada hal baru dalam AJAX, karena yang digunakan adalah teknologi javascript, yang notabene sudah lama digunakan. Karena itu, bagi yang sudah terbiasa dengan javascript, akan mudah sekali mempelajari AJAX.
Pembahasan ini tidak menekankan pada salah satu teknologi (Javascript, AJAX, HTML, PHP),  tapi keseluruhan dari hal tersebut. Hal ini karena penggunaan AJAX tidak hanya pada sisi klien (browser), tapi juga melibatkan respon dari server.
Sebagai acuan, berikut ini adalah salah satu kerangka dasar AJAX, yang katanya bikinan Mr Rasmus Redlorf, the creator of PHP.
Simpan dengan namafile: ajaxify.js
01.function createRequestObject() {
02.var ro;
03.var browser = navigator.appName;
04.if(browser == "Microsoft Internet Explorer"){
05.ro = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
06.}else{
07.ro = new XMLHttpRequest();
08.}
09.return ro;
10.}
11. 
12.var http = createRequestObject();
13. 
14.function sndReq(action) {
15.http.open('get', 'rpc.php?action='+action);
16.http.onreadystatechange = handleResponse;
17.http.send(null);
18.}
19. 
20.function handleResponse() {
21.if(http.readyState == 4){
22.var response = http.responseText;
23.var update = new Array();
24. 
25.update = response.split('|');
26.if((response.indexOf('|' != -1)) && (update[0] == "OK")) {
27.document.getElementById("hasil").style['color'] = '#00f';
28.document.getElementById("hasil").innerHTML = update[1];
29.}
30.else
31.{
32.document.getElementById("hasil").style['color'] = '#f00';
33.document.getElementById("hasil").innerHTML = "Respond dari server tidak sesuai";
34.}
35.}
36.}
Kode di atas adalah AJAX yang sangat dasar, yang jika ingin dikembangkan, masih butuh untuk dimodifikasi lagi.
          Untuk melaksanakan proses request, dibutuhkan obyek XMLHttpRequest. Pada kode di atas, hal tersebut dilakukan pada fungsi createRequestObject(), yang hasilnya disimpan dalam obyek http.
Dalam fungsi tersebut, jika browser yang digunakan adalah IE, maka yang diciptakan adalah obyek Microsoft.XMLHTTP, dan XMLHttpRequest untuk browser lainnya.
Fungsi berikutnya, yaitu sndReq(), berfungsi sebagai pengirim request kepada server. Pada contoh di atas, request yang dilakukan adalah dengan method ‘get’, dan action/datanya diletakkan pada URL-nya.
          Pada kasus sebenarnya, mungkin saja suatu saat nanti dibutuhkan pengiriman data melalui method ‘post’. Untuk hal seperti ini, dibutuhkan teknik yang lebih jauh. Kali ini kita gunakan method ‘get’ dulu.
Pada fungsi sndReq() ditentukan bahwa yang akan menangani hasil request adalah fungsi handleResponse(), dan setelah melakukan pengiriman (send), tugas dari fungsi sndReq() telah berakhir.
Fungsi yang akan sangat sibuk dalam AJAX adalah fungsi handleRequest(), karena di sinilah segala respon dari server ditangani.
Dalam contoh ini, yang ditangani adalah ketika request telah komplit diterima (readyState == 4).  Data yang diambil adalah responseText, yaitu seluruh teks hasil kembalian dari server. Jika ingin menangani kembalian data yang berupa XML, maka data yang diambil adalah responseXML.
Untuk kasus di atas, diharapkan response dari server berupa:
“status|Pesan”
Sehingga script akan langsung mengetahui status request, dan merubah isi div yang telah disediakan dengan teks respon dari server.
Pemanfaatan kode di atas, mengharuskan kita menyediakan script dengan nama rpc.php, dan halaman HTML dengan suatu div untuk menampilkan hasil respon.
Berikut ini contoh file rpc.php:
01.<?php
02. 
03.$action = $_GET['action'];
04.switch($action)
05.{
06.case "hariini" : echo "OK|".date("j F Y H:i:s");
07.break;
08. 
09.case "namaserver" : echo "OK|".$_SERVER['SERVER_NAME'];
10.break;
11. 
12.case "ipuser" : echo "OK|".$_SERVER['REMOTE_ADDR'];
13.break;
14. 
15.case "versiphp" : echo "OK|".phpversion();
16.break;
17. 
18.default : echo "ERROR|Perintah tidak diketahui ($action)";
19.break;
20.}
21. 
22.?>

Ini adalah contoh halaman HTML yang memanfaatkan AJAX:
 
01.<html>
02.<head>
03.<title>AJAX Test</title>
04.<script type='text/javascript' src='ajaxify.js'></script>
05.</head>
06.<body>
07.<h3>AJAX Test</h3>
08.<hr/>
09.<p>
10.Silakan klik link ini:<br/><br/>
11.<a href='javascript:sndReq("hariini")'>Hari Ini</a><br/>
12.<a href='javascript:sndReq("namaserver")'>Nama server</a><br/>
13.<a href='javascript:sndReq("ipuser")'>Alamat IP</a><br/>
14.<a href='javascript:sndReq("versiphp")'>Versi PHP</a><br/>
15.<a href='javascript:sndReq("tidaktau")'>Tidak diketahui</a><br/>
16.</p>
17.<div id='hasil'></div>
18.<div style='text-align: center; margin: 0px auto'>
20.<img src='http://www.bengkelprogram.com/images/banner88x31.gif' alt='info:    http://www.bengkelprogram.com' style='border: 0px'/>
21.</a>
22.</div>
23.</body>
24.</html>

Untuk mengaplikasikan AJAX dalam situs anda, banyak hal yang harus dipikirkan, diantaranya adalah:
  • Kelebihan dan kekurangan yang didapatkan oleh pengguna anda
    Jangan sampe user anda kesulitan berhadapan dengan interface baru, meski secara teori, interface AJAX justru mempermudah.
  • Keterbatasan user
    Browser yang support AJAX memang sudah banyak, tapi bagaimana dengan user yang benar-benar tidak dapat menjalankan AJAX?
  • Handling yang banyak
    Ini adalah beban buat programmer, bagaimana menangani berbagai kemungkinan. Misalnya jika transfer tidak sukses, jika user membatalkan proses, jika browser tidak diaktifkan javascriptnya, dan lain sebagainya.